Posted in Inspirasi Kehidupan

Menikah Itu Mendatangkan Rezeki

jombloKemarin sore berbincang-bincang dengan seorang teman di kampus tentang pernikahan. Dia terus bertanya tentang biaya resepsi pernikahan dan biaya hidup dalam berumah tangga. Dia baru ngeh kalau mau nikah itu harus realistis tentang materi. Masalah tersebut mungkin menjadi hal yg menakutkan bagi sebagian orang, ada juga ketika menjelang pernikahan ada yang pinjam sana sini untuk menutupi defisit biaya resepsi pernikahan, ada juga yang merasa galau kalau jodoh ternyata belum kunjung datang, dan masalah berat bagi ikhwan yang belum punya penghasilan.

Sebelum menikah saya pun sama memiliki perasaan seperti itu. Lulus telat, belum punya penghasilan yang tetap, dan ada rasa takut jika proposal saya ditolak mentah-mentah oleh akhwat. Karena saya suka bikin tulisan dan postingan yang kontraversial di fb, ada beberapa teman yang bilang itu bahaya bagi saya yang akan berdampak bahwa saya akan ditolak mentah2 oleh akhwat (beberapa teman saya yang ngomong ke saya seperti itu sampai hari ini belum menikah juga,he,he).

Setelah sidang skripsi pada bulan Agustus 2011, saya memberanikan diri membuat proposal nikah. Karena rasa takut akan ditolak mentah-mentah, saya hanya berani mengajukan proposal di kabupaten. Prosesnya lama dan gagal. Gagal di akhwatnya, kalaupun berhasil dengan akhwatnya, gagalnya pada tahap ta’aruf keluarga.

Di kabupaten gagal, barulah mengajukan proposal ke kota dengan meminta bantuan seorang teman. Meskipun ada rasa deg-degan, gimana kalau rumor itu benar.

Dengan bantuan Ustadz saya menghubungi pihak kota, alhamdulillah saya mendapatkan proposal akhwat. Ta’aruf pertama tidak banyak neko-neko, tiga hari setelah taaruf, ada sms yang masuk kalau pihak akhwat siap ta’aruf keluarga di cipanas cianjur pada hari ahad besok.

Pada hari ahad pagi, saya bersama ustadz pergi ke cipanas (waktu itu belum waktunya bawa keluarga saya). Ta’aruf keluarga akhwat lancar, pekan depannya mesti langsung khitbah tanpa ta’aruf keluarga ikhwan lagi. Ketika di ruang tamu hanya berdua dengan almarhumah ibu mertua, ibu sudah menentukan bulan pernikahan puterinya pada pada bulan Juni (tanpa diketahui oleh istri dan ustadz saya). Saya kaget, karena dengan jarak waktu satu bulan setengah ini secara materi untuk resepsi nikah jelas saya belum punya uang banyak, hanya mengandalkan sisa dari gaji. Dengan Bismillah, saya menjawab siap (tanpa memikirkan masalah biaya nikah).

Setelah taaruf keluarga pihak akhwat, saya ngasih tahu pada keluarga saya bahwa pekan depan langsung khitbah dan bulan juni 2012 mesti menikah. Semua keluarga saya kaget, karena mereka belum lihat dan kenal dengan akhwat dan keluarganya (waktu itu saya lupa naruh biodata akhwat entah dimana). Ayah sempat khawatir ke saya, “man bener iye teh lansung khitbah dan bulan juni nikahna? kumaha pas mau khitbah tiba-tiba ditolak?”. Saya tersenyum dan menjawab,”insya allah gak bakalan ditolak pak, jaminannya Allah dan ustadz sy.”

Alhamdulillah khitbah berjalan dengan lancar, begitu pula dengan resepsi nikah lancar juga. Masalah biaya nikah saya hanya mengeluarkan uang kurang lebih dua juta, itu untuk cincin khitbah sebesar 3 gram, al-quran sebagai mahar, dan biaya ipekah untuk KUA. Lalu biaya nikah darimana? Keluarga sy pun bukan orang yang berada. Itu semuanya dari Allah melalui makhluk-Nya.

Ketika tersebar kabar bahwa saya akan menikah, keluarga besar dan masyarakat berbondong-bondong ke rumah, selain mendoakan, tentunya mereka juga ngasih sesuatu berupa amplop atau barang materi,he,he.. alhmdllh dua hari menjelang hari H, biaya nikah gak perlu dipikirin lagi.

Dan dari keluarga istri pun gak ada tuntutan harus patungan untuk biaya resepsi nikah. Setelah menikah pun, sudah disediakan rumah untuk kami berdua. Saya hanya bawa buku dan pakaian saja ke rumah yg telah disediakan.

Subhanallah, puji dan syukur kepada Allah Swt. Doa sy ingin cepat menikah dengan proses yang mudah telah dikabulkan oleh Allah yang Maha Kaya. Saya bertemu dengan istri baru dua kali (taaruf pertama dan keluarga istri), dan semuanya berjalan dengan mudah dan lancar.

Buat teman-teman, jangan khawatir masalah rezeki ketika berniat akan menikah. Apalagi jika niat nikah itu untuk ibadah. Jangan malu-malu ketika meminta sesuatu pada Allah Swt.

2 thoughts on “Menikah Itu Mendatangkan Rezeki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s