Posted in Inspirasi Kehidupan

BROTHERHOOD 45 MEI 2013 (PENDAKIAN GUNUNG GEDE-PANGRANGO)

gede 8Sebelumnya saya mengajak teman-teman untuk mendaki gunung Gede-Pangrango sekitar bulan Mei. Respon itu banyak, ada sekitar 25 orang yang fiks ikut mendaki ke gunung Gede-Pangrango.

Menjelang hari H pendakian, merucut menjadi 12 orang. Semuanya sepakat untuk berkumpul di Rarahan pada malam harinya. Peserta berasal dari Jakarta, Bandung, Sumedang, Purbalingga, dan Batam.  Peserta dibagi dua team; team ikhwan dan team akhwat. Semua peralatan sudah lengkap.

Pada 4 Mei pagi hari yang indah di kaki gunung Gede-Pangrango, kami siap-siap berangkat ke pendakian. Karena masuk via gunung Puteri, kami harus menyarter angkutan mobil ke lokasi tersebut. Paketnya 200ribu sekali perjalanan, dibagi 12 orang peserta.

Dari Rarahan ke pos Gunung Puteri memakan waktu sekitar 30 menitan, jalannya mendaki dan lumayan terjal. Kami telah tiba di pos penjagaan gunung Puteri, karena ada pemeriksaan SIMAKSI (surat ijin mendaki) dan perlatan yang dibawa oleh peserta.

Pendakian ke Gunung Gede yang merupakan gunung tertinggi ke tiga di Jawa Barat, mesti kuat fisik, mental, team yang kompak, dan peralatan yang lengkap (cukup lumayan berat). Kami memulainya dengan doa bersama, lalu berangkat menuju gunung Gede.

Selama perjalanan kami beristirahat dulu di kaki gunung Gede untuk mengumpulkan energy kembali.

Pendakian menuju alun-alun Suryakencana (Taman Bunga Edelwis) tidak hanya sekedar kuat fisik, namun juga diperlukan kepemimpinan kolektif. Tidak ada yang mendahulukan kepentingan sendiri tanpa mempedulikan anggotanya. Itulah kepepimpinan kolektif yang dibangun pada team peserta pendakian ini.

Pendakian yang sangat terjal, yang mengharuskan diantara kami untuk saling membahu satu sama lainnya. Tidak boleh meninggalkan salah satu team anggota yang tidak kuat. Pada dasarnya kekuatan itu berada di mental, itulah diantara kami untuk saling mensuport motivasi agar kuat mendaki menuju puncak, dan kesabaran menuju puncak sangat dibutuhkan. Jika kesabaran itu tidak dimiliki, jangan berharap bisa berhasil menuju puncak.

Team pendakian dibagi dua, team ekspedisi pertama dan team ekspedisi kedua. Team ekspedisi pertama bertugas sebagai pendahulu, untuk mencari tempat dan mendirikan tenda. Team ekspedisi kedua bertugas membantu akhwat agar bisa ke puncak.

Team ekspedisi pertama berangkat terlebih dahulu, kami merasakan semakin ke atas, semakin terjal, dan hal ini mesti perlu kesabaran dan energy yang ekstra. Akhirnya team ekspedisi pertama sampai berada di puncak alun-alun suryakencana sekitar pukul 4 sore lebih. Rasa lelah dan haus begitu hilang ketika melihat hamparan bunga Edelwis yang sangat indah.

Idealnya mesti tiba di alun-alun suryakencana paling telat pukul 14.00, namun team ekspedisi pertama telat dua jam, hingga akhirnya kami kesulitan dalam mencari tempat untuk mendirikan tenda, karena semuanya hampir penuh.

Setelah menemukan tempat untuk mendirikan tenda, kami memulai mendirikan tenda. Karena hujan yang lumayan besar, kami terburu-buru mendirikan tenda. Sebagian team ekspedisi pertama mesti menjemput team ekspedisi kedua. Team ekspedisi pertama yang tersisa; saya, rifai, dan ucup. Mereka tidak mempunyai pengalaman dalam mendirikan tenda, akhirnya ketika jemputan team ekspedisi kedua sampai di lokasi tujuan, tenda-tendanya pun belum beres dipasang. Hujan masih mengguyur, kedua team saling membahu untuk mendirikan tenda. Semuanya sudah beres, peserta pendakian melakukan ibadah (shalat) dan memasak.

Karena cuacanya sangat dingin, lebih baik kami tidur di dalam tenda, mesti sangat penuh. Waktu subuh telah tiba, masing-masing penghuni melakukan shalat subuh, dan akhwat bertugas memasak. Sementara ikhwan bertugas membereskan tenda.

Setelah semuanya beres, kami bersiap-siap mendaki lagi menuju puncak Gunung Gede. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam menuju puncak gunung Gede.

Di puncak kami melihat sekitar wilayah Jawa Barat yang terbentang indah, dan tampak kecil, kawah gunung berapi yang masih aktif, dan gunung Pangrango yang telihat jelas dan indah. Itulah puncak, keindahan yang sangat menakjubkan, betapa Maha Kuasa-Nya Allah dalam menciptakan alam ini.

Berada di puncak Gunung Gede, kami enggan untuk turun kembali. Karena kami ingin lebih lama menikmati indahnya alam ini. Akhirnya kami turun ke pos pintu keluar Cibodas. Membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam. Ternyata tantangan yang lebih parah itu ketika turun. Karena selain membawa beban yang cukup berat, tentunya dengkur (lutut) juga mesti kuat untuk menahan bebannya. Menjelang waktu magrib akhirnya team pendakian telah tiba di pos keluar di Cibodas dengan selamat.

gede 1gede 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s