Posted in Agama dan Politik

20 tahun ke atas.. by; Henry Baskoro (eks KAMMI BANDUNG)

Gambar Perjalanan hidup Anda memang tidak ada yang tau persis akan berakhir di usia berapa…tapi paling tidak jika saat ini Anda sudah melewati 20 tahun hidup, idealnya ada beberapa capaian yg harus nya; Anda sedang atau telah dapatkan. Berikut adalah capaian tersebut :

  1. Tentu saja yang paling mendasar adalah Anda harus mempunyai visi hidup. Visi hidup yang dimaksud adalah, secara sederhana pertama; Anda harus punya visi peran sosial yaitu bagaimana Anda punya bargaining position dalam kehidupan bermasyarakat. Bagaimana Anda akan memandang masyarakat dan sebaliknya bagaimana Anda akan dipandang oleh masyarakat. Anda harus bisa membayangkan bagaimana kondisi Anda di usia 30, 40, 50, dst. Ini penting, supaya Anda bisa mempersiapkan diri Anda selagi Anda menyenyam usia produktif saat ini. Kalau melihat kondisi riil saat ini sedikit orang di usia 20 th ke atas yg punya visi sosial, bahkan kalau pun ada, visi hidupnya sangat sederhana. Jarang yang punya visi jadi tokoh masyarakat, jarang yang berani  jadi politisi, jarang yang ingin merintis mendirikan lembaga publik. Anda bisa bayangkan ketika Anda merintisnya di fase 20-an..maka paling lambat di usia 30 Anda sudah di posisi yg disegani di masyarakat; dimana masyarakat tidak akan memandang sebelah mata atas kiparah Anda di masyarakat. Misal Anda kemudian terjun di dunia politik, besar peluang Anda untuk dicalonkan sebagai anggota legislative dengan prestasi Anda tersebut. Jika daerah atau Negara membentuk komisioner untuk urusan tertentu atau staff khusus, besar pula peluang Anda untuk menduduki posisi tersebut dengan portofolio Anda di fase 20-an.
  1. Visi peran ekonomi, yaitu bagaimana Anda mempunyai kemandirian ekonomi secara personal dan kemudian memberikan peluang kemandirian ekonomi bagi manusia yang lainnya. Cukuplah bagi Anda di 20 th pertama hidup diberikan asupan oleh keluarga, kerabat, dan handai taulan. Selebihnya ketika menginjak umur 20, mulailah Anda berpikir sektor ekonomi apa yang akan jadi passive income, sehingga Anda tidak akan ragu melangkah karena ada dukungan utama dalam setiap aktivitas Anda. Tentu saja konteksnya adalah; bukan Anda sebagai karyawan, tapi Anda sebagai pengusaha. Ini sesuai janji Tuhan “dari 10 pintu rizqi, 9 nya adalah dari berdagang/biznis. Saat ini sesungguhnya sudah banyak generasi awal 20 an yg mencoba merintis biznis, tapi tingkat konsistensinya rendah sehingga usia biznisnya sangat singkat dan akhirnya terjebak menjadi karyawan biasa saja dengan passive income yg hanya sekedar cukup. Atau kalaupun ada yang pendapatan dari kerjanya sebagai karyawan cukup besar, pendapatannya tersebut hanya dijadikan tabungan dan tidak diputar dalam aktivitas biznis yang menghasilkan keuntungan berkali lipat. Bagi Anda yang ingin menikah, visi peran ekonomi ini sangat penting, ilustrasi berikut menarik; Jika Anda berencana akan menikah maka niatkan dan realisasikan bahwa rangkaian prosesi menikah Anda biayanya didapat dari aktivitas biznis Anda, sehingga tentu saja Anda tidak akan merepotkan Orangtua Anda..Sanggupkah? Tapi yang paling penting dari visi peran ekonomi adalah bagaimana Anda punya bayangan untuk membantu, mensejahterakan orang lain di sekitar Anda. Bahkan mewujudkan mimpi-mimpi kesejahteraan bagi orang lain. Bisa dibayangkan jika manusia tingkat kesejahteraannya terpenuhi, maka produktivitas kerjanya meningkat. Dan bukan itu saja, jika kebutuhan materiil manusia terpenuhi, Anda akan berani berekspresi, beraktivitas, dan tidak akan “ditindas”.
  1. Selanjutnya adalah visi peran pemberdayaan, dimana visi ini akan muncul dari dalam hati Anda yang tergerak untuk “mewakafkan” diri Anda bagi kemajuan peradaban zaman. Dimulai dari lingkungan terdekat Anda, sampai dengan lingkungan yg lebih luas lagi. Manusia di Negara maju menganggap visi peran pemberdayaan ini adalah cita-cita hidup mereka; sehingga Anda bisa saksikan artis, politisi, atlet, public figure, hanya sebagai sarana untuk mendatangkan jaringan dan liquiditas, selanjutnya  mereka berkiprah, berkontribusi, membangun peradaban. Nah, bagaimana dengan Anda? Apa visi peran pemberdayaan yg sedang dirintis atau sedang dijalankan oleh Anda di fase 20-an ini? Sektor atau bidang apa yang akan Anda berikan kontribusi dalam membangun peradaban ini, pendidikan? Kesehatan? Peningkatan ekonomi umat? Olahraga? Kebudayaan? Atau apa? Lantas, infrastruktur kah yg Anda akan bangun? System yang terintegrasi dengan tepat? Berapa banyak prototype yg Anda akan bangun? Coverage nya seberapa luas? Berapa banyak masyarakat yang akan merasakan pemberdayaan itu? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kemudian di evaluasi langkah pemberdayaan yg kita lakukan agar dilakukan inovasi yang lebih baru? Berapa lama lagi Anda akan realisasikan? Teman, visi ini akan mudah dijalankan hanya jika 2 visi yg dibahas sebelumnya berjalan, ilustrasinya adalah; bagaimana mungkin Anda akan optimal memikirkan, berkontribusi, menyediakan waktu, untuk pemberdayaan jika Anda masih kesulitan untuk mendapatkan posisi di public,  pemenuhan kebutuhan hidup  Anda belum mandiri, karenanya mumpung masih di awal fase 20-an benahi visi hidup Anda.

Fase 20-an ini, Anda harus jadikan waktu untuk berproses; bagaimana  meningkatkan kualitas kekinian yang ada pada diri Anda saat ini. Tentu saja dengan tujuan standard kualitas yang meningkat terus di kemudian hari dengan kata lain produktivitas Anda tinggi, produk yang dihasilkan berqualitas bagi masyarakat.

Jangan menjadi bagian sejarah manusia yang tragis, yaitu ketika di fase 20-an itu Anda Berjaya jadi aktivis di kampus, kemudian tidak sempat sampai ke fase 30-an Anda “hilang”, karena tidak ada kemandirian ekonomi dalam diri Anda, tidak ada legitimasi sosial dari masyarakat terhadap diri Anda, eksistensi Anda berlaku surut, akhirnya dengan dalih mulia, focus membangun keluarga Anda, masyarakat yang luas Anda tinggalkan; padahal sesungguhnya itu bentuk ketidakberdayaan Anda untuk membangun masyarakat luas.

Kondisi riil ke depan jauh lebih berat, seharusnya jika Anda mengikuti perkembangan informasi sangat terlihat jelas tantangan itu. Manusia merupakan item substitusi, perkembangan teknologi yang menyebabkan manusia akan tergantikan oleh inovasi teknologi. Kalau Anda terjebak pada suasana itu maka Anda akan hilang. Sebaliknya jika pondasi kemandirian Anda kuat secara sosial, ekonomi, justru Anda akan betul2 membutuhkan inovasi teknologi.

 

Anda yang saat ini berada di fase 20-an, berkoloni lah! Supaya Anda saling menguatkan, agar percepatan kemandirian sosial, ekonomi Anda dapat terwujud. Dan kemudian melangkah ke pemberdayaan masyarakat. Yakinlah, bahwa Anda akan disibukkan oleh banyak hal, sehingga waktu yang tersedia tidak akan cukup untuk menuntaskannya. Mobilitas Anda akan tinggi, sehingga tidak cukup Anda berjalan kaki, Anda akan membutuhkan alat transportasi yg ideal untuk mengantarkan Anda. Anda akan membutuhkan sarana prasarana yg ideal, nyaman bagi Anda. Hadirlah diri Anda secara paripurna pada fase 20-an ini, dimana dinamika hidup pada fase ini akan menjadikan Anda lebih dewasa, lebih cerdas, lebih sabar, lebih tepat dalam bertindak;  portofolio hidup Anda bangkit, dimulai pada fase ini. Sebagai penutup, Anda jangan hanya menjadi penonton, komentator, bahkan sebagai pelaku saja. Tapi jadilah inisiator, perencana, dan penggerak system yg terintegrasi dg tepat untuk mewujudkan banyak hal. Perkaya informasi, wawasan Anda dari multi disiplin ilmu, jangan terlalu nyaman dengan sedikit disiplin ilmu yang Anda pegang saat ini, karena yakinlah peradaban ini terwujud hanya jika berbekal multi disiplin ilmu. Good Luck! (H.B.).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s