Posted in Inspirasi Kehidupan

Musim Hujan di Rancaekek

CAM00640[1]Di tengah perjalanan pulang menuju Cipanas hujan turun dengan sangat deras. Baru saja saya bersama keluarga istri silaturahmi ke keluarga Rancaekek. Memang Rancaekek selalu menarik perhatian saya ketika di musim hujan.

 

Tak terasa semenjak tinggal di Rancaekek sekitar tahun 2012 bulan Juni sekarang saya sudah mempunyai 2 puteri yang cantik. Memang seharusnya tiga puteri, tapi dia pergi duluan ke alam lain. Rancaekek selalu khas dengan banjirnya. Sepulang kerja dari kantor lalu menjemput istri di konveksinya dalam perjalanan pulang saya ma istri kejebak banjir di daerah sekitar Dangdeur, beberapa jam menunggu gak bisa kemana-kemana. Kesel bin marah ampe puncaknya. Stressnya rumah kebanjiran. Ya sudahlah saya gak bisa berbuat apapun.

 

Setiap musim hujan, banjir selalu datang saya bersama istri sibuk bikin benteng pertahanan secara mendadak biar air gak masuk rumah. Ya setiap hujan besar rutin seperti itu. Tapi itu berkesan bagi saya. Bagaimana pun juga rumah di Rancaekek selalu memberikan inspirasi buat saya. Di tengah perjalanan jalan tol Padaleunyi, saya mengingat ternyata perjalanan ini masih panjang. Walaupun hujan deras menghadang perjalanan menuju puncak, saya harus fokus menuju puncak realisasi impian-impian saya. Ah memang benar bahwa ukuran keberhasilan seseorang tergantung ukuran besar kecilnya impian seseorang. Ya harapan itu masih ada. Dan kata Mao, jangan kehilangan harapan ketika kesulitan menghimpit.

CAM00639[1]

Kaki Gunung Gede yang dingin, 8 Nov 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s