Posted in Agama dan Politik, Inspirasi Kehidupan

Tragedi Yuyun, Potret Pendidikan dan Moral di Indonesia

Kasus yang menimpa alm. Yuyun benar-benar menyayat hati. Tiba-tiba saya merasakan ketakutan akan  profesi saya sebagai seorang guru sekolah dan sekaligus seorang ayah untuk kedua puteri . Profesi sebagai guru, saya khawatir  kejadian tersebut menimpa anak didik saya. Dan sebagai ayah, saya khawatir terhadap kedua puteri saya yang masih kecil. Walaupun tragedi yang menimpa alm. Yuyun berlokasi di pulau seberang, saya bener-bener gelisah dan merasa ada yang tidak beres dengan moral anak-anak bangsa ini.

Banyak sekali pendapat yang menyatakan jika kasus alm. Yuyun disebabkan beredarnya miras secara  bebas. Saya tidak mengingkarinya dengan pendapat tersebut, dan memang  benar. Saya justru lebih melihat bahwa ketahanan keluarga di Indonesia begitu lemah dan sangat rentan dengan dekadensi moral.

 

Sudah 3 tahun saya bersama istri terjun di bidang pendidikan. Dan kebetulan keluarga besar dari pihak istri yang mengelola beberapa sekolah, diantaranya Smp Bina Utama. Saya baru saja memahami bahwa pendidikan nasional tidak akan berhasil jika tidak ditopang dengan ketahanan keluarga yang kuat. Karena pendidikan yang pertama sebagai pondasi keberhasilan itu dari keluarga. Bahkan Steven R. Covey menyatakan permasalahan bangsa bisa dilihat dari keluarga. Jika keluarga berantakan, bangsa pun akan berantakan.  Jika keluarga itu baik, bangsa pun akan baik pula.

 

Ghazul Fikri atau perang pemikiran benar-benar lebih dahsyat merusak moral anak bangsa kita. Umat Islam sebagai umat mayoritas di negeri ini benar-benar disuguhi tayangan televisi yang kebanyakan tidak berbobot. Anak-anak bangsa ini kebanyakan yang saya lihat lebih cenderung terinspirasi dari tayangan televisi yang tidak berbobot. Masalah sex bebas atau pornografi, rokok, tawuran dan miras menjadi hal yang lumrah bagi kalangan pelajar dari SD hingga SMU.

 

Tugas kita sebagai manusia yang peduli permasalahan moral anak-anak bangsa ini adalah memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong pemerintah untuk berperan lebih aktif lagi mengatasi permaslahan moral.

 

LANGKAH KECIL

Saya mengapresiasi beberapa penulis mengfilmkan novelnya atau program-program televisi yang berbobot sebagai syiar dakwah. Namun upaya tersebut belum bisa mengimbangi dominannya tayangan televisi yang tidak berbobot.

 

Begitu pula anda yang sudah memiliki anak, harus lebih protektif terhadap anak. Termasuk gadget yang semakin canggih, tayangan televisi dan lingkungan pergaulan mesti diperhatikan. Biasanya permasalahan moral anak disebabkan broken home atau tidak asuhnya orang tua terhadap kondisi anak.

 

Saya pun mengapresiasi teman-teman saya yang aktif menghidupkan rohis di sekolah dan aktif di bidang pendidikan anak dan perempuan. Usaha mereka dalam upaya untuk mengatasi dekadensi moral perlu didukung.

 

Saya pun merasa bahagia ketika seorang temen dekat, eks ketum KAMMI Daerah Bandung periode saya  jadi stafnya, bersedia membelikan semua novel Islami dan motivasi yang dibutuhkan perpustakaan Smp Bina utama. Syukron jazakumullah, semoga Allah memberkahinya. Smp Bina Utama berbasiskan Islam terpadu atau mempunyai program kepesantrenan, yaitu Sirah Nabawiyah, al-Qur’an, Aqidah, dan Bahasa Arab. Jumlah murid sebanyak kurang lebih 520, 90% lebih merupakan warga kampung  sini. Smp ini dikhususkan untuk kelas menengah bawah. Saya pun berharap perpustakaan ini nantinya dilengkapi  buku-buku  Siroh Nabawiyah dan para sahabat Nabi disamping novel-novel  Islami dan buku-buku pelajaran. Saya selalu mendorong minat baca pada anak didik. Dan semoga mereka kelak akan menjadi generasi yang menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.

 

Saya pun menyadari jika usaha ini adalah usaha kecil, dan belum ada apa-apanya dibandingkan dengan lainya yang luar biasa. Saya pun berharap semoga orang-orang yang berusaha maksimal mengatasi dekadensi moral anak bangsa ini diberi pertolongan dan kekuatan oleh Allah Maha Kuasa.

 

Selesai 8-5-16 di kaki gunung Gede Pangrango yang dingin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s