Posted in Inspirasi Kehidupan

Menjadi Ayah, Manajer Waktu

 

20160707_132319
Waktu masih mahasiswa belum ada beban untuk mengatur waktu. Alokasi waktu kebanyakan untuk organisasi dan buku. Kalo kuliah sekedarnya aja, begitu pula nyari nafkah buat diri sendiri sekedarnya aja,hehehe

Beda ketika jadi ayah, memang dituntut menjadi seorang manajer waktu yang profesional,hehe. Apalagi 2 bocil yg bikin gemes dan mengisi hati gak kesepian. Memang bener waktu 24 jam itu terasa kurang, sementara kewajiban lebih banyak. Gak mungkinlah kita protes pada Tuhan minta tambahan waktu. Seorang ayah dituntut menjadi seorang manajer waktu yang profesional. Waktu buat bantu2 istri tercinta, anak2 yang butuh perhatian, kerja biar asap dapur tetep nyala, dan tentunya alokasi waktu buat membangun kapasitas diri.

Saya pribadi gak punya jadwal khusus, semuanya mengalir apa adanya. Yang penting alokasi waktu tersebut terpenuhi, walaupun waktu yang ada terbatas. Bagi saya, tetap mengalir pada tujuan akhir yang lebih besar,hehe.. Alhamdulillah sob, secara perlahan terasa ada perubahannya. Yang penting dikala suka dan duka dinikmatin aja,hehe..sampai ketemu lagi di tulisan berikutnya, entah kapan 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s