Posted in Sastra

MANDALAWANGI – PANGRANGO, Soe Hok Gie dalam Puisi

Image

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu Continue reading “MANDALAWANGI – PANGRANGO, Soe Hok Gie dalam Puisi”

Advertisements
Posted in Sastra

THE PAST

GambarJalan-jalan seperti ini yang tak ingin kulewati, jalan yang menguras pikiranku akan pahitnya masa lalu itu. Masa lalu yang pekat melekat, jauh menusuk hati. Membusuk di antara himpitan kepercayaan dan juga kebohongan. Aku masih ragu kepercayaan itu ada. Kejujuran pun tak membiarkanku untuk menganggapnya ada. Selalu merobohkan kepercayaan dengan kebohongannya. Ketika mengangkatmu kau selalu menjatuhkan dengan cara yang sama. Selalu membuat orang-orang jatuh hati padamu, padahal di dalamnya busuk!!!! Busuk melebihi sampah organik yang sudah bertahun-tahun. Continue reading “THE PAST”

Posted in Sastra

CINTA YANG KEDUA

GambarSore hari ditemani hujan deras, tetesan air hujan sedikit demi sedikit melubangi batu yang besar dan kokoh. Sore ini di dalam hatiku terdapat lubang, lubang hati yang tersakiti. Hatiku remuk… diriku hilang bentuk.

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut,
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelapak elang
Menyinggung muram, desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
Menyisir semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(dikutip dari puisi Chairul anwar, yang berjudul senja di pelabuhan)

• * *********
Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu berencana menaikkan kembali harga BBM di tengah kemiskinan menimpa rakyat Indonesia. Dengan alasan untuk menahan agar APBN tidak jebol, dan subsidi untuk BBM dikurangi. Pemerintah KIB dihujani kritikan dari sana-sini, yang dinilai kebijakan tersebut tidak pro rakyat.

Aku adalah salah satu mahasiswa dari elemen gerakan mahasiswa yang mengkritisi rencana kebijakan pemerintah. Alasan pemerintah menaikan harga BBM di tengah mahalnya harga minyak dunia memang logis. Ada sesuatu yang ganjil pada Republik ini, yaitu kesenjangan social. Kehidupan para birokrat pemerintah yang mewah, rakyat hidup miskin. Wakil rakyat jalan-jalan keluar negeri dengan alasan study banding, para koruptor masih menghirup udara bebas, perusahaan asing tanpa malu menggeruk kekayaan alam Republik ini. Pemerintah membiarkan hal ini terjadi, malah pemerintah dengan gagah beraninya memberikan beban berat pada rakyat yang kian melarat tak berdosa.
Continue reading “CINTA YANG KEDUA”

Posted in Sastra

Emak Pengen Kurban

Image

“Hey ri, melamun saja dari tadi. Bantuin ibu ngangkatin barang-barang ke dalam,” tegur seorang ibu pemilik toko.

“Eh iya bu siap,” Ari membantu pemilik toko yang biasa dipanggil ibu haji. Nama aslinya Astuty Herawati, karena dia sudah haji dipanggillah ibu haji.

Ayah Ari sudah lama tiada, dia hanya mempunyai seorang ibu yang biasa dipanggil ‘emak’ sudah mulai beruban sana-sini. Warung kelontong milik emaknya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Sebenarnya dia mempunyai beberapa kakaknya yang sekarang sudah pisah rumah. Jangankan membantu dirinya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya, menghidupi mereka sendiripun susah.

Sudah lama Ari bekerja di toko ibu haji, yang dia inginkan kebutuhan sekolahnya terpenuhi. Meskipun dia sendiri tidak bisa seperti teman-teman sekelasnya yang bisa mengikuti kursus bahasa inggris dan bimbingan belajar. Uang hasil dari bantu-bantu ibu haji, dia kumpulkan untuk membeli buku, peralatan tulis, dan mewujudkan mimpinya. Continue reading “Emak Pengen Kurban”

Posted in Sastra

Arif Abdulhakim

Image

 Hakim terdiri dari tiga golongan. Dua golongan hakim masuk neraka dan segolongan hakim lagi masuk surga. Yang masuk surga ialah mengetahui kebenaran hukum dan mengadili dengan hukum tersebut. Bila seorang hakim mengetahui yang haq tapi tidak mengadili dengan hukum tersebut, bahkan bertindak dzalim dalam memutuskan perkara, maka dia masuk neraka. Yang segolongan lagi hakim bodoh, yang tidak mengetahui yang haq dan memutuskan perkara berdasarkan kebodohannya, maka dia juga masuk neraka. ( HR. Abu Dawud dan Aththahawi)

Di akhir sepertiga malam Seorang laki-laki bernama Arif Abdul Hakim menangis tersedu-sedu ketika mengingat hadist tersebut. Dia dan keluarganya tidak ingin terjerumus ke dalam kobaran api neraka, namun godaan duniawi selalu mendorong hatinya untuk menerima hadiah haram agar keputusannya bergeser. Dia hanya mengadu kepada Tuhannya dan memohon dirinya dikuatkan menghadapi cobaan tersebut. Dan dia juga memohon petunjuk kepada-Nya tentang perkara hukum yang ditanganinya.

Continue reading “Arif Abdulhakim”