Posted in Agama dan Politik

Doa Rabithah Untuk Dualisme Kongres Ka KAMMI

Doa Rabithah sering kali menjadi doa penutup di tiap akhir acara MABIT yang dilaksanakan oleh kaderisasi KAMMI BANDUNG . Bahkan puncak DM 1 para peserta dan panitia selalu mengumandangkan lagu Rabithah yang dipopulerkan oleh Izzis. Doa Rabithah memang dahsyat mengikat hati para aktivis KAMMI.

Sampai saat ini sy masih membaca doa rabithah. ketika berjumpa dengan kawan lama dulu sama-sama di KAMMI, saya masih merasakan dahsyatnya doa rabithah. Seolah-olah saya merasakan seperti bagaikan berada dalam satu tubuh, dalam dekapan ukhwah. 

Semenjak bang Fahri Hamzah (ketua umum KAMMI pertama) dipecat dari PKS, Bola panas konflik itu menjalar ke organisasi KA KAMMI yang baru saja dideklarasikan tahun kemarin. Saya tidak tahu persis mengapa konflik ini menyeret organisasi Keluarga Alumni KAMMI.

Saya baru tahu, memang telah terjadi kubu2 saling mengklaim. Bahkan ada wacana liar akan adanya dualisme kongres. Saya tidak menginginkan konflik partai dibawa ke ranah keluarga besar  Kammi. Cukuplah perpecahan yang terjadi pada gerakan2 Islam sebagai pelajaran yang berharga bagi keluarga besar KAMMI.

Saya mengenal kang Eka Suwarna karena pemateri DM 1 saya. Begitu juga dengan bang Rahman Toha pemateri DM 2 saya waktu di Tasikmalaya. Saya mengapresiasi bang Vijay yang berusaha mempersatukan keluarga alumni KAMMI.

saya berharap pada gerbong alumni KAMMI masing2 mau menghayati kembali doa rabithah yang mengikat hati-hati kita bagaikan satu tubuh sebagaimana sabda Nabi. Prinsip gerakan KAMMI bahwa persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI bener2 dihayati kembali oleh kita semua. Semoga saja hanya ada satu kongres sebagai wadah persatuan, wadah ukhwah Islamiyah.


selesai di kaki gunung Gede Pangrango yang dingin. 

Posted in Inspirasi Kehidupan

Ngajar Sambil Ngasuh

Ketika dulu ikut pembinaan oleh pengawas sub rayon, pengawas mempersilahkan guru bawa anak ke sekolah dan melarang anak masuk ke dalam kelas ketika ngajar. Katanya bisa menghilangkan wibawa sebagai guru.

Sebenarnya bukan kapasitas saya untuk mengkritiknya, saya hanya menceritakan ketika selama 3 tahun sebagai guru plus ngasuh anak. Kebetulan saya sama istri berprofesi sebagai guru di sekolah2 yang dikelola oleh yayasan keluarga. Saya mengajar Tarikh Islam dan tiap harinya mengelola perpustakaan, kadang pulang sekolah ngisi siraman rohani dan materi tambahan bahasa Arab Inggris. Sementara istri ngajar di Tk, dan kamis-sabtu di Smpnya. 

Akifa anak paling besar sejak usia sebulan sudah sering dibawa ke Tk. Ya ngajar sambil ngasuh anak. Ketika Akifa berusia 9 atau 10 bulanan, istri positif hamil. Sejak mulai itu saya mengasuh Akifa setiap harinya. Pernah diasuh oleh nenek dan uwaknya, pada akhirnya kembali diasuh oleh saya. Begitu si bungsu lahir, istri saya mengasuh sambil bekerja di Tk. Alhmdulillah nyaman2 saja, belum ada komentar dari siswa, guru, kepsek, dan ortu murid.

Ketika ngajar, kadang Akifa bikin ulah. Namanya juga anak kecil pasti gak bisa diam. Alhamdulillah anak2 didik tidak merasa terganggu dan mereka fokus belajar. Ketika di luar sekolah ketemu dengan anak didik, mereka tetap menyapa dan cium tangan, walaupun sudah alumni. 

Saking ngantuknya Akifa, saya suka menidurkannya di meja guru, kadang dia bikin formasi kursi sebagai tempat tidurnya. Ah sebenarnya saya malu, tapi alhmdulillah semuanya enjoy saja. Kewajiban saya sebagai guru dan pengasuh anak tertunaikan. Dan murid2 pun tidak merasa terganggu dan enjoy saja melihat kenyataan ini.

Posted in Inspirasi Kehidupan

Family’s Day

Ahad ini kebetulan kakak ipar yang kedua ngajak piknik ke kebun raya Cibidas bada Dzhuhur. Sebenarnya kebun raya Cibodas gak jauh dari rumah. Memang saya sudah lama tinggal di dekat Cibodas.
Sabtu minggu kebun Raya Cibodas selalu ramai pengunjung. Apalagi liburan panjang selalu macet. Biasanya pengunjung kebanyakan dari kendaraan berplat B, tidak sedikit turis Arab sering berkunjung ke sini. Sabtu Minggu perekonomian warga bergairah. Dari sayuran, vila, hingga makanan. 

Di tengah perjalanan saya mendapati beberapa siswa saya sedang berjualan di hari libur. Dan memang pedagang cibodas tidak sedikit menyolahkan anak2nya di sekolah yang dikelola oleh keluarga. Usaha saya sebagai guru belum maksimal, dan saya berharap mereka menjadi orang yang berguna bagi agama dan bangsa. 

Posted in Agama dan Politik

Kecintaan Ali bin Abi Thalib (Bagian I)

saya sering mendapati orang-orang yang mengaku sebagai pecinta Ahli Bait terutama Ali bin Abi Thalib mencaci maki bahkan melaknat sahabat mulia seperti Abu Bakar, Umar bin Khotob, dan Utsman bin Affan. saya selalu bertanya dalam hati, apakah benar Ali bin Abi Thalib pernah mencaci maki dan melaknat mereka bertiga? Continue reading “Kecintaan Ali bin Abi Thalib (Bagian I)”

Posted in Inspirasi Kehidupan

Akifa & Nuriye

13920554_10206767453613816_7789737954694781140_o.jpgKemarin malam De Nuri (panggilan Nuriye) sakit flu dan panas yang membuat saya dan istri harus begadang. Pukul dua malam Teteh Kifa (panggilan Akifa) terbangun karena terganggu suara nangis de Nuri. Ketika Abi dan Umminya sudah ngantuk berat, Teteh Kifa segera pindah ke samping adiknya (de Nuri), dan mengajak ngobrol hingga mereka berdua tertawa, yang terdengar ‘ Dede sakit, sayang, ‘ sisanya entah apa yang dibicarakan.Saya hanya tersenyum melihat mereka berdua begitu akrab, bahkan memberikan hiburan untuk adiknya yang sedang sakit. Continue reading “Akifa & Nuriye”